Mahasiswa Kedokteran dalam Kebimbangan (Bagian 1)
Pada suatu waktu ada seorang anak fk yang merasa kebingungan akan dirinya. Dihadapannya ada banyak pilihan, terus belajar setiap hari agar dapat nilai bagus, ikut organisasi boneka tetapi waktu habis dan nilai belum tentu naik, atau berada dalam keadaan idealisme dan kebebasan sejati.
Anak itu terus berpikir bagaimana caranya agar ia dapat berjalan di jalur kesuksesannya tanpa hambatan tapi ia bisa melakukan hal lain yang ia senangi tanpa harus mengganggu hasil belajarnya. Ia mulai berpikir dan terus berpikir akankah di suatu saat ada kesempatan untuk terus hidup dengan keadaan yang ia sukai. Sampai pada suatu saat ia harus memilih diantara ketiga pilihan tersebut. Dari ketiga pilihan yang hampir semuanya sudah ia coba, ia akhirnya mengambil pilihan yang terakhir, idealis dan kebebasan sejati.
Tatkala anak-anak lain sibuk ikut organisasi yang katanya menambah pergaulan dan koneksi, ia sejujurnya lebih suka menggeluti hobinya yang lain. Dalam pikirannya, organisasi intra adalah suatu usaha yang dipakai kampus untuk membuat kebebasan tapi dalam cengkeraman. Organisasi yang dulu sempat ia agung-agungkan ternyata hanya sebuah kebohongan untuk memperoleh suatu manfaat pribadi. Walaupun secara nyata organisasi tersebut banyak bermanfaat tapi bagi dia manfaat itu lebih banyak menipu organisasi dan ideologi awal tersebut. Ia pun memutuskan tak lagi aktif di organisasi.. (Bersambung)






